Info Menarik | Lagu Lagu | Games | Templates

Cari di Blog Ini

Samsung Smart TV



[JAKARTA] Kategori Smart TV atau “TV Cerdas” tidak hanya sama dengan TV internet. Teknologi Samsung Smart TV telah jauh berkembang. Alhasil TV tak cuma menampilkan gambar memukau, tapi juga diperintah secara personal lewat suara dan mengenali penggunanya.  

Samsung Electrics telah mengembangkan inovasi Smart TV dengan Smart Interaction, Smart Content, Smart Evolution. Teknologi LED teranyar ini dibenamkan pada produk ES7500 dan ES8000. Dengan Smart Interaction, pengguna dapat berinteraksi dengan televisi cerdas.  

“Visi Samsung adalah menciptakan konetivitas yang tidak terbatas dan memudahkan orang berbagi konten. Visi ‘Kehidupan Saling Terkoneksi’ merupakan pengguna dapat mengambil gambar dengan ponsel atau kamera lalumenyebarkannya lewat ponsel atau kamera,” kata Managing D|irector  PT Samsung  Electronics Indonesia, Yoo Young Kim saat membuka Pameran Samsung Smart City di Senayan City yang berlangsung hingga 29 April 2012.  

Menurut Kim, Samsung Smart TV memiliki ribuan konten yang mendukung gaya hidup cerdas. Dengan kecerdasan itu, pengguna dapat saling terkoneksi dengan produk-produk lainnya.   “Produk baru ini menawarkan lebih banyak konten, layar interaktif, pengatur intuitif, kualitas gambar prima, serta desain menawan,” tambah Consumer Electronic Business Director Samsung Indonesia Iffan Suryanto.  

Samsung Smart TV dapat mengenali suara dan gerakan sebagai perintah yang diterima lewat microfon dan kamera. Bahkan wajah pengguna pun dapat dikenali oleh TV jenis ini. Perintah diterima dalam bahasa Inggris, dimulai dengan sapaan “Hi TV”, lalu disusul dengan perintah lanjutan sederhana dalam dua suku kata.  

Untuk perintah gerakan dari jarak 2-3 meter, pengguna memulai dengan lambaian tangan, lalu menggunakan tangan sebagai kursor. Sebagai tanda pilihan, pengguna mengepalkan tangan. Sayang, perintah suara mungkin tidak direspons dengan baik karena logat pengguna atau suasana ruangan terlalu bising.  

“Saat ini, menu perintah masih menggunakan bahasa Inggris. Saat ini, menu perintah belum dikembangkan dalam bahasa Indonesia. Mungkin akan diperluas juga. Tetapi dengan segmen pasar premium, menu perintah bahasa Inggris bisa cukup diterima,” tutur Head of AV Product Marketing Samsung Indonesia Marvy Arnold Lumentut.  

Menurut Marvy, teknologi Samsung Smart TV kini dapat mengikuti perkembangan zaman. Pengguna yang memiliki Smart TV saat ini dapat melakukan pembaruan sistem dengan mengganti Central Processing Unit (CPU), Graphics Processing Unit (GPU), tanpa harus mengganti TV yang baru.  

Untuk tipe ES800, produk TV premium ini  dijual dengan harga sekitar Rp 28 juta. Sementara Samsung Smart TV tipe ES 7500 dijual dengan harga sekitar Rp 26 juta. Saat ini, penjualan Samsung Smart TV bekerja sama dengan Groovia TV untuk mendapatkan koneksi saluran televisi lewat jaringan Telkom. [U-5]       

http://www.suarapembaruan.com/home/samsung-smart-tv-diperintah-lewat-suara/19681
[Read More...]


Panduan Untuk Memulai Bisnis Warnet



Teknologi warnet (warung internet) merupakan alternatif yang gampang dan sangat dibutuhkan untuk mendapatkan akses internet yang murah. Dewasa ini sudah banyak warung internet yang menjamur di mana-mana. Warnet memungkinkan orang untuk mengakses internet hanya dengan biaya 2000 hingga 5000 perjamnya. Oleh karena itu tidak heran jika banyak orang yang menggunakan alternatif ini untuk bisa mengakses dunia maya.
Secara umum ada dua faktor utama yang perlu dilihat untuk memulai bisnis ini. Yang pertama dari segi bisnis dan manajemennya, dan juga dari segi teknologinya.
Bisnis Warnet
Dari sisi bisnis dan manajemennya, isunya biasanya berkisar pada masalah pemasaran, promosi, dan masalah bagaimana mendatangkan pelanggan. Jangan pernah berkonsentrasi pada masalah teknis, karena pada akhirnya sense of business menjadi faktor penentu keberhasilan bisnis warnet ini. Komponen dalam rencana bisnis ini tidak banyak sebetulnya, yaitu:

1.       Investasi yang biasanya berkisar 4 jutaan per PC.
2.       Biaya operasional yang biasanya dihabiskan untuk membayar Telkom & ISP, selain membayar karyawan dan listrik.
3.       Tarif.
Sense of business usaha warnet ini sangat sederhana, yaitu:
a.       Letakkan warnet di tempat yang banyak orang, terutama anak muda.
b.      Semakin banyak computer yang digunakan, semakin murah tarifnya, dan semakin cepat untuk bisa balik modal.
c.       Batas minimal computer yang feasible untuk akses web sekitar 5 komputer jika menggunakan sambungan telpon dial-up.
Teknologi Warnet
Dari sisi teknologi ada beberapa isu besar yang perlu diperhatikan untuk memulai bisnis warnet. Secara umum topologi sederhana sebuah warnet konvensional tampak pada gambar. Warnet terdiri dari sebuah Local Area Network (LAN) yang tersambung ke Internet melalui sebuah gateway yang kadang-kadang juga berfungsi sebagai server. Pada tingkat yang lebih kompleks, konsep ini dapat dikembangkan dengan mudah untuk menyambungkan jaringan di kompleks perumahan (untuk membuat RT/RW-net), di kompleks pertokoan, kompleks perkantoran, di sekolah-sekolah, di kampus-kampus yang pada akhirnya memungkinkan orang Indonesia mengakses Internet dengan biaya yang sangat murah. Teknik Local Area Network (LAN) relatif cukup mapan, biasanya warnet menggunakan topologi Bus dengan ethernet 100BaseT yang murah di pasaran pada kecepatan 100Mbps di LAN. Ethernet Card yang baik bisa diperoleh dengan harga sekitar Rp150.000 per card. Sebaiknya jangan membeli yang murah sekali-sekitar Rp70.000-an-karena biasanya jelek. Pada network kampus, kompleks perumahan dan perkantoran tentunya teknik yang digunakan semakin kompleks.
Sambungan jarak jauh dari warnet ke ISP maupun ke Internet internasional mempunyai variasi yang cukup banyak.
Teknik yang paling murah adalah menggunakan dial-up melalui kabel telepon milik Telkom ke ISP lokal. Teknik sederhana ini persis sama dengan pola yang dipakai untuk akses Internet di rumah-rumah.
Sebagian warnet, kompleksn perkantoran, kompleks perumahan yang lebih maju umumnya tidak lagi menggunakan Telkom karena selain kualitas jaringannya kurang baik, kecepatan aksesnya juga lambat yang semua mengurangi laba warnet. Teman-teman yang lebih maju ini umumnya menggunakan peralatan microwave buatan sendiri di frekuensi 2.4GHz, beberapa bereksperimen juga di frekuensi 5.8GHz. Yang terakhir ada beberapa rekan yang juga mencoba menggunakan gelombang cahaya infra merah di antara beberapa gedung di Jakarta. Kecepatan pengiriman dengan menggunakan peralatan microwave atau cahaya infra merah ini cukup menakjubkan, sekitar 2-11Mbps. Jika di paksakan menggunakan gelombang infra merah dapat mencapai kecepatan 155Mbps.

http://tempatorangbodoh.wordpress.com/2009/04/09/panduan-untuk-memulai-bisnis-warnet/
[Read More...]


Organisasi Mafia Terapih di Dunia




La Cosa Nostra. adalah nama yang digunakan anggota Mafia italia amerika. 

La Cosa Nostra digunakan
oleh Salvatore Maranzano
pada tahun 1931 ketika dia
menamakan dirinya Capo di
tutti capi, atau “bos segala
bos”

Yang menarik mereka
punya kode etik yg bagus yg
disebut The Godfather’s Ten
Commandments!

Inilah dia kode etik nya:
1. Dilarang memperkenalkan diri secara
langsung kepada pihak kedua

2. Dilarang “main mata”
dengan isteri sesama
anggota.*istri mafia italia
biasanya memang cantik2*

3. Jangan sampai terlihat
oleh polisi.

4. Dilarang dugem di tempat
hiburan malam seperti pub
dan klub karena aktivitas
seperti itu sama bodohnya
dengan menjeratkan diri
sndiri!

5. Harus selalu siaga demi
panggilan tugas mafia, bahkan ketika isterimu melahirkan!

6. Janji untuk bertemu
harus dipatuhi.

7. Isteri harus
diperlakukan dengan hormat.
Karena jika anda tidak bisa
hormat dengan istri, apalagi
dengan organisasi !

8. Bila ditanya soal
informasi apapun, maka
jawabannya haruslah benar.

9. Dilarang menerima
uang yang menjadi hak rekan lain atau keluarganya

10. Orang-orang yang
tidak bisa bergabung dengan
mafia: Orang yang dekat
dengan polisi

Nggak disangka mafia
punya aturan sebagus itu.
Bandingkan dengan pegawai di Republik Indonesia ini!

Pegawai di RI Ada yang
berselingkuh dengan isteri
sesama pegawai, mengambil uang jatah rakyat, membolos dalam rapat legislatif

pura-pura sakit bila
dipanggil jaksa, dan masih
banyak lagi yang tentunya
membuat malu bangsa
Indonesia.msh lbh bagus
mafia dgn kode etik

Bila ada anggota mafia yg
melanggar The Godfather’s
Ten Commandments
hukumannya adalah MATI!
[Read More...]


Trik Agar Postingan Blog Masuk Baris Pertama di Google



Mungkin trik ini sudah banyak yang tau, tapi ga papalah share lagi.. :D

Trik ini saya temukan secara tidak sengaja ketika iseng iseng nambah situs di google webmaster tools setelah posting, eh ternyata berhasil, postingan Cerita: Separuh Aku, Gaby sama Selamatkan Generasi Bangsa dari Bahaya Narkoba ini masuk baris pertama di google.

untuk caranya bisa langsung ke Google Webmaster trus klik tombol merah yang ada tulisan "Tambahkan Situs" dan masukkan url / alamat blogmu (alamat blog beda sama alamat postingan ya, contoh http://adhifahreza.blogspot.com/ itu alamat blog, sedangkan alamat post yaitu http://adhifahreza.blogspot.com/2012/10/kakak-keduaku.html) di pop up / kotak yang muncul.
selesai, mudah bukan?
walaupun trik ini gak selalu berhasil, tapi apa salahnya mencoba?  ya kan


wassalam 


[Read More...]


Kakak Keduaku



‘Kereta Api Progo AC dengan tujuan Bandung telah memasuki lintasan 3, para penumpang diharapkan untuk tetap tertib. Terimakasih’

Suara pengumuman di dalam stasiun dan segera aku mencari gerbong dan tempat duduk sesuai dengan tiket yang ada di tanganku. Ini pertama kalinya aku naik ke
reta setelah lebih dari 7tahun yang lalu. Perasaanku sedikit takut tapi apa boleh buat, cuma ini yang bisa membuatku tenang sejenak.

‘Coklat.. coklat.. coklat.. coklat spesial di hari valentine, coklatnya Pak?”, kata pedagang asongan yang menawarkan coklat ke orang kursi sebelah.
Aku pakai headsetku dan memutar lagu-lagu pop rock dari MP4-ku. Beberapa menit kemudian, keretapun mulai berjalan.

Ini adalah hari ke-3 aku meninggalkan rumah setelah kejadian itu. Kejadian yang membuat aku berfikir betapa tidak dibutuhkannya aku dalam keluargaku. Fifin, saudara kandungku yang lebih muda dariku 5tahun, ia dipuja mati-matian oleh ibu dan ayahku. Aku selalu dijadikan bahan pembanding dengannya mulai dari A sampai Z. Kejadian itu hampir setiap hari setelah kepergian kakak perempuanku. Dan tiga hari yang lalu adalah klimaks dari permasalahan itu sehingga aku bertekad untuk pergi dari rumah.

Hanya dengan modal menjual ponselku demi meninggalkan rumah itu, beberapa potong baju, 2 celana jeans, sepatu dan jaket yang sedang aku kenakan.

***

Bandung i’m coming !! Pagi hari, pukul 07.25 aku sampai di Stasiun Kiaracondong. Tepat seperti yang tertulis di tiket kereta bahwa kereta akan sampai pada jam tersebut.

Turun dari kereta aku langsung menuju tempat penginapan yang kemarin sudah aku booked. Benar-benar dengan nekatnya aku memberanikan diri menginjakkan kaki di kota orang yang sebelumnya aku belum pernah sekalipun kesini. Tak apalah, mungkin hanya sekali seumur hidup aku bertindak bodoh seperti ini, candaku dalam hati.

Sesampainya di penginapan aku langsung rebahan sejenak dan berpikir apa tujuanku hari ini. Kriik kriikk.. benar-benar sangat sepi suasana di penginapan karena saat itu memang bukan musim liburan jadi sedikit yang menginap. Aku melihat kertas yang tertempel di dinding, aku beranjak dari tempat tidur dan membacanya. ‘Rental motor’ dan ‘Kawah putih’, dua kata menarik yang ada dalam kertas itu. Nah ! Ide gilaku pun muncul.

Langsung aku menuju ke Front Office dan menanyakan tentang rental motor dan arah menuju Kawah Putih. Sekitar 10 menit aku berbincang dengan pegawai tersebut dan sudah ku tetapkan untuk menyewa motor untuk pergi ke Kawah Putih hari itu juga.

‘breemm.. breemm’ suara motor matik yang aku sewa, akupun berangkat.
Instingku dalam mencari jalan menuju Kawah Putih sudah dimulai. Beberapa kali salah jalan dan memutari jalan sampai dua kali yang memakan waktu hampir 3,5 jam akhirnya aku sampai juga di Kawah Putih. “This is ‘My First Extreme Experience’ !”, gumamku.

***

Waktu menunjukkan pukul 13.00. Aku berjalan mengelilingi daerah itu, memotret objek-objek yang menurutku menarik. Namun, ditengah asiknya memotret

ada seseorang yang membuatku penasaran. Sesosok perempuan yang sedang menundukkan kepala yang disenderkan di lutut yang sedang ditekuk. Bentuk tubuh dan potongan rambutnya persis seperti.. Ah, kenangan itu kembali lagi. Keceriaanku tiba-tiba berubah menjadi sendu. Cukup lama aku terdiam merenung sambil mengamati perempuan yang tidak berada jauh dariku.

Sesekali aku mendengar isakan tangis. Perlahan aku dekati perempuan itu dan ternyata itu adalah suara tangisannya. Suasana disitu sepi sekali, hanya ada aku, perempuan itu dan segerombolan orang bule yang sedang berwisata.

“Permisi, maaf mengganggu sudah hampir 1jam lebih aku mlihat kakak menundukkan kepala sambil menangis. Apa ada yang bisa saya bantu?”, aku bilang kepadanya. Karena memang aku tidak tega jika melihat seseorang sedang bersedih sendirian.

Sepertinya perempuan itu sedikit kaget karena kedatanganku, dia segera menengok ke arahku sambil mengusap air matanya dengan lengan bajunya. “Oh tidak apa-apa, aku memang sudah biasa disini sendiri. Lagipula tempat ini tidak jauh dari rumahku”, jawabnya dengan lembut dan sedikit tersenyum.

“Tapi aku liat kakak menunduk terus daritadi dan sesekali menangis, aku takut kakak kenapa-kenapa disini. Kakak kenapa?”, kataku dengan wajah khawatir.
“Kamu pendatang ya?” Dia mengalihkan pembicaraan.

“Iya, memang kalo pendatang tidak boleh bicara dengan orang Bandung ya Kak?”,celetukku. Karena terlihat sekali logat Sunda yang diucapkan perempuan itu.

“Bukan begitu, sepertinya kamu juga sendirian disini. Seharusnya kamu yang lebih berhati-hati karena disini rawan”

“Sudahlah kak, jangan mengalihkan pembicaraan. Masa bodoh dengan aku. Aku cuma tidak mau melihat kakak murung seperti ini”

Dahinya sedikit mengerut dan sedikit menaikkan alisnya. “Masa bodoh? Maksudnya? Ada apa dengan kamu?”

“Emm sbelumnya kenalkan aku Firanny, panggil aku Fira, kakak siapa?”. Aku ganti mengalihkan pembicaraan.

“Aku Melo, Melody. Bolehkah aku dengar ceritamu?”
Aku merasa perempuan itu mulai curiga dengan jawaban spontanku tadi. Tapi aku juga lebih curiga kenapa dia ingin tau cerita tentangku.

“Sepertinya sudah mulai sore Kak. Gimana kalo kita pulang saja? Rumah kakak dimana? Biar aku antar pulang” Sengaja aku alihkan pembicaraan lagi.
“Tidak usah, aku bisa pulang sendiri kok. Maaf kalo tangisku tadi menyusahkan kamu”, katanya dengan wajah agak memelas.

“Enggak kok Kak. Nggak apa-apa. Ayo Kak aku antar pulang. Biar ku pastikan kakak tidak kenapa-kenapa dijalan”, kataku dengan sedikit memaksa.
Dia terdiam sesaat, sedang berfikir tampaknya.

“Oke, baiklah, tapi tidak usah antarkan aku pulang. Cukup antarkan aku ke suatu tmpat saja ya?”

“Iya kak”, jawabku dengan penuh senyum.
Kita pun memulai perjalanan turun menuju kota dengan motor matik yang ku sewa tadi pagi. Ditengah perjalanan...

“Hei kamu, maaf tadi siapa namamu? Ak lupa karna tadi sedang tidak konsen”, tanyanya dengan sedikit teriak karena laju motor agak ku kebut.

“Firanny kak, panggil Fir atau Fira saja” Sambil ku pelankan gas motor yang ku kendarai.
“Oh iya Fira. Kamu sudah hafal jalan-jalan disini?”
“Belum sama sekali Kak”

“Lah kamu aja belum tau jalan kok mau ngantar pulang, terus kamu gimana pulangnya nanti? Dasar!”, jawabnya dengan kesal.

“Hehe ya tanya-tanya kak, aku juga bawa peta sama GPS kok”, candaku ke Kak Melo.
“Tapi itu kan belum tentu valid”, jawabnya dengan kesal lagi.
“Ya resikolah. Ini kita mau kemana Kak?”
“Ini nanti sampai di jalan besar kamu belok kanan, sampai perempatan belok kiri terus lurus terus sampai ada semacam tugu kamu belok kanan, nah nanti kan ada......”
Belum selesai dia berbicara panjang lebar sambil menunjuk-nunjukkan arah, aku potong kata-katanya,“Udah udah Kak, jangan panjang-panjang. Bingung aku nanti” Sambil aku turunkan tangannya dari samping mukaku.

“Hahaha, iya iya. Maaf deh” kata Kak Melo dengan cekikikan.
Langsung ku gas motor itu dengan sedikit knecang karena sudah mulai petang. Jam setengah 7 tepat aku sampai di lokasi yang diarahkan Kak Melo.
Kafe yang begitu fantastik dengan lampu sedikit remang-remang juga ditambah suasana yang tidak begitu ramai menambah ketenangan saat memasuki kafe ini. Kak Melo pun memesan makanan untuk kita berdua.

“Kak tempatnya keren banget, betah deh disini seharian”, kataku sambil melihat sekeliling kafe. Karena kafe ini benar-benar memiliki view yang sangat indah.
“Yakin betah?”
“Iya, suer Kak!”
“Yaudah kita semalaman disini aja, aku malas pulang juga soalnya” , jawabnya santai sambil memainkan ponselnya.
Aku kaget ketika Kak Melo menjawab seperti itu, aku kira kata-katanya tadi hanya candaan saja.
“Serius Kak??”
“Iya serius”, jawab Kak Melo dengan senyum, ditambah lesung pipit nya yang membuat ia semakin terlihat sangat manis.
‘Because you had a bad day. You're taking one down. You sing a sad song just to turn it around. You say you don't know~’
Ponsel Kak Melo berbunyi.
“Iya halo fries. Ooh, tolong bilang ke Teteh kalo Teh Melo lagi ada kerjaan ya? Mungkin besok pagi pulangnya. Iya.. Iya.. Oke, kamu jangan tidur malem-malem ya. Daaa” Kak Melo menyudahi telfonnya.

“Itu siapa Kak?” , tanyaku
“Oh itu Frieska, adikku. Yuk kita lanjutin tentang yang di kawah tadi”
Hampir 2 jam kita bercerita dan aku tau identitas, asal usul, dan keluarga Kak Melo, begitupula sebaliknya. Sekarang aku tau kenapa aku yang dijadikan tempat curhatnya saat ini dan itu sebabnya aku mau menceritakan masalahku kepada Kak Melo.

“Fir, kamu janji ya nggak akan bilang-bilang tentang ini?”
“Iya Kak. Janji !”, jawabku dengan tegas.
Lagi-lagi Kak Melo tersenyum manis dan tampaknya dia memang benar-benar mempercayaiku.

“Makasih ya Fir, belum pernah aku bertemu orang seperti kamu. Baru kenal tapi sudah memperhatikan kesusahan oranglain. Aku salut sama kamu” Sambil menepuk bahuku.

“Ini sudah sifatku dari kecil Kak. Aku juga bersyukur baru pertama ketemu member JKT48. Nggak nyangka baik gini, biasanya kalo udah jadi idol kan cuek+jutek”, sindirku dengan ketawa dan Kak Melo langsung mencubitku.

Jujur sebelum pertemuan ini aku sama sekali belum tau Idol Grup JKT48, apalagi anggota-anggotanya. Dan ini adalah hari pertamaku tau apa itu JKT48 langsung dari anggotanya.

“Eh, kamu kalo mau wifi-an, wifi-an aja. Gratis kok. Aku mau tidur dulu yaa”, kata Kak Melo
“Siap kak !”
Aku nyalakan laptopku dan mulai browsing. Baru beberapa menit saja Kak Melo sudah tertidur pulas disampingku. Aku kasihan sekali melihat wajahnya yang tampak sangat kelelahan. Dan beberapa jam kemudian aku tertidur juga.

***

“Maaf mbak, sudah jam 7 pagi”, kata salah seorang karyawan menepuk pundakku.
Aku tersentak kaget dan terbangun. “Oh iya mas, makasih yaa”, jawabku.
Aku melihat laptopku sudah tersimpan rapi di tas. Meja yang tadinya penuh akan

makanan juga sudah bersih. Aku tidak melihat Kak Melo disekitarku. Ah, mungkin Kak Melo sedang ke kamar mandi pikirku. Aku mengusap muka dan merapihkan rambut dan baju. Sudah 10menit lewat Kak Melo tidak datang juga, aku coba mencarinya di kamar mandi tapi tidak ada. Aku bertanya kepada karyawan kafe itu satu per satu pun tidak ada yg tau. Aku mulai panik.

"Hanya karena masalah seperti itu seharusnya kamu tidak sampai kabur ke tempat jauh seperti ini. Kasihan orang tua kamu, mungkin sekarang mereka sedang mengkhawatirkanmu. Melebihi kamu yang bukan siapa-siapaku mengkhawatirkanku" Tiba-tiba aku teringat kata-kata Kak Melo semalam.

Setelah beberapa saat termenung, aku keluar dari kafe itu. Sesampainya di area parkir, aku melihat ada 1 amplop putih terselip di stang motorku. Sambil aku duduk di motor, aku baca dan ternyata itu surat dari Kak Melo.

"Fira, kmu adalah orang asing pertama yang aku percaya menjaga keluhkesahku melebihi kakak dan adikku. Kamu adalah orang asing pertama yang memberiku penuh perhatian dari awal kita bertemu dan tidak saling mengenal. Aku bangga dengan

keberanianmu sampai ke kotaku dan aku benar-benar bersyukur bertemu dengan orang yang lucu dan ramah seperti kamu. Karna kamu, perasaanku yang dari kemarin mengganjal kini sudah sedikit lega. Aku mulai bangkit lagi untuk menjalankan tugasku sebagai mahasiswi dan idol. Dan kamu, jaga baik-baik keadaanmu karena aku tidak bisa menemanimu hari ini. Tetap semangat menjalani hidup dan ingatlah kata-kataku

semalam. Terimakasih, dan sekali lagi terimakasih atas usaha kerasmu dalam mghiburku :) Aku tidak akan pernah melupakanmu.Aku janji suatu saat kita pasti akan bertemu lagi walaupun aku sudah menjadi bintang sekalipun. Tertanda, Melody Nurramdhani Laksani ^_^"

Tak terasa airmata membanjiri pipiku, aku mulai down, lemah dan tidak tau harus bagaimana cara untuk menemui Kak Melo.

Sebenarnya ada 1 hal yg Kak Melo belum tau. Kak Melo belum tau semua tentang aku kenapa aku bersikap seperti itu. Aku memiliki kakak perempuan tapi ketika aku duduk di bangku SMA dia telah pergi lebih dulu meninggalkan dunia ini karena sakit yang di deritanya. Aku sangat merindukan sosoknya. Viola namanya. Kita sangat dekat dan akrab. Mungkin karena aku dan Kak Viola hanya terpaut 1 tahun, sebaya dengan Kak Melo. Dan wajah Kak Melo sangat mirip sekali dengan Kak Viola, begitu juga dengan nama mereka yang sama-sama berunsur musik.

Cerita panjangnya semalam tidak ada satupun yang membicarakan tentang privasi kita. Alamat rumah maupun nomor telfon. Karna aku rasa hal itu akan berjalan seiring waktu dan tadi malam bukanlah waktu yang tepat untuk menanyakan hal itu.

Tanpa pikir panjang aku kembali ke penginapan, menyelesaikan biaya-biaya dan mencari tiket untuk pulang ke Jogja. Sedikit demi sedikit aku mulai menerima atas kejadian di rumah, mulai bersikap dewasa seperti apa yang diajarkan Kak Melo dan kini suasana di keluargaku pun menjadi lebih hangat. Sudah tidak ada lagi pertengkaran seperti yang sudah-sudah.

***

Tak terasa makin bertambah bulan makin sering aku mendengar JKT48, terutama nama Melody. Hal itu semakin membuat aku rindu akan Kak Melo dan Kak Viola, 2 sosok perempuan yang telah memberikan aku pelajaran berharga tentang kerasnya hidup ini.

Aku tau Kak Melo sedang fokus dengan double-job nya sekarang, mungkin bisa saja dia melupakan aku. Toh, pertemuan kita sangatlah singkat. Dimatanya aku mungkin memang bukan siapa-siapanya, pikirku.

Hari ini aku berniat untuk nonton Dahsyat di TV, karena katanya ada JKT48. Beberapa menit berlalu, sampailah diujung acara. Lagu JKT48 yang ke-3 “Baby Baby Baby” sebagai lagu penutup.

Selesai acara itu, ku matikan TV. Aku tertawa kecil dan berkaca-kaca mengingat sekilas kisahku dengan Kak Melo saat di Bandung. Betapa singkatnya kisah itu tapi sungguh mengenang. Aku masih belum bisa merelakan menghilangnya Kak Melo dari aku sejak saat itu. Karena aku masih membutuhkan sosok Kak Viola sebagai tempat aku singgah ketika aku sedang senang maupun sedih. Dan cuma dia yang bisa menggantikan Kak Viola yang tidak akan pernah bisa kembali lagi.

***

‘Aitakatta..Aitakatta..Aitakataa..*des des des*’
Suara hapeku berbunyi, nomor tak dikenal menelfonku.
"Halo?", sapaku.
"Iya halo, ini Fira ya?", jawab penelfon itu.
"Iya saya Fira, ada apa ya?" Sepertinya aku mengenal suara ini, tapi aku tidak mengingatnya dengan jelas.
"Ini aku, Kak Melo. Tadi liat Kakak perform di Dahsyat nggak?"
"Ha???!!!!"
"Hehehe, kenapa? kaget ya?", candanya.
Aku shock seketika dan suara di telfon hening beberapa saat.
"Loh kok diem? yaudah deh kakak lagi buru-buru nih, jaga kesehatan ya, jangan sampe kabur-kabur lagi hehe. Daaa"
‘tuuuut tuuuuttt tuuuutt’
Panggilan pun terputus.

Begitu speechlessnya aku mendengar suara Kak Melo sampai-sampai aku tidak bisa menjawab telefon setelah tau bahwa itu darinya dan moodku hari itu hancur berantakan.
Beberapa jam setelah telfon ditutup dan perasaanku mulai tenang aku mencoba untuk menghubungi nomer itu lagi, tapi entah kenapa tidak pernah aktif. Sampai sekarang...
https://www.facebook.com/about.jkt48?fref=ts
[Read More...]


Cerita: Separuh Aku, Gaby



“Gab..” Panggilku ke gadis di depanku.
“Apa?” Jawabnya jutek.
“Entar, abis pulang sekolah kemana?”
“Mau tau banget?”
“Iya, mau pulang bareng gak?”
“Gak, gue dijemput Boy.”
“Oh, emang, dia gak kuliah?”
“Rempong deh lo.” Ucap Gaby, dan langung meninggalkanku.

Kepalaku tertunduk lemas setelah mendapat perlakuan itu dari Gaby. Aku berjalan sendiri di lorong sekolah sampai akhirnya ada dia...

“Aa... A.. A, Azzzekk, cinta ditolak, guru BP bertindak.” Ucap Ochi.
“Elu lagi. Dari mana lu?” Tanyaku.
“Kantin, tadi gimana Gaby?”
“Ya... gitudeh.”
“Sebenernya perlakuan tidak menyenangkan dan harapan palsu bisa dihukum pidana loh.” Ucap Ochi dengan percaya diri.
“Gaya lu kayak anak hukum aja.”
“Eh ntar gue mau kuliah ambil jurusan hukum.”
“Iya, hukum rimba sama hukum karma.”
“Boy tuh siapa sih?” Lanjutku.
“Katanya mah pacarnya, anak kuliahan gitu.” Jawab Ochi.

Mendengar itu, akupun tertunduk lemas.

“Woles aja kale, baru pacar, temen gue aja ditinggal tunangan masih tetep usaha.”
“Tau deh, Chi.”
“Gaby mana?”
“Tadi sih udah jalan keluar sekolah.”

Saat aku dan Ochi jalan bersama menuju luar sekolah, teman – temanku bergerombolan keluar sekolah, mereka beramai – ramai menuju sebrang sekolah.

“Gaby!!” Teriakku.
“Aduh, gue panik! Mesti woles, mesti woles!” Ochi terlihat panik.
“Woy bantuin dong! Panggil taksi! Chi sini Chi!” Panggilku ke Ochi.
“Duh, gue lagi woles nih! Sumpah gue woles gak boong!!!” Lanjut Ochi.

“Keadaannya membaik, untung kita cepat mendapatkan donor.” Ucap seseorang berpakaian dokter.
“Ma, makasih dok, tapi saya tetep woles kok.” Ucap Ochi.

Ochi berdiri sendiri, dari ujung lorong Ochi menghampiriku.

“Kok masih lemes sih? Ayo dong semangat.” Ucap Ochi.
“Iya Chi.” Jawabku.

Aku dan Ochi berjalan bersama. Kami meninggalkan lorong itu. Sebelumnya aku sempat menatap ke sebuah ruangan, yang dilapisi dengan kaca. Aku berharap banyak dengan isi dari ruangan itu.

Hari sekolah berjalan seperti biasa. Kulihat Gaby sedang duduk sendiri di tangga sebelah kelasnya.

“Gab..”
“Apa?”
“Udah sembuhan?”
“Lumayan.”
“Kemarin gimana? Udah check up lagi?”
“Cuma bermasalah di darah doang.”

Gaby segera bangun dari duduknya dan meninggalkanku. Aku duduk sendiri di tangga itu.

Jam pelajaran olahrga adalah favoritku. Aku menikmati pemandangan indah kelas olahraga. Gaby duduk bersama teman – temannya.
Aku hanya bisa menatap Gaby dari jauh sambil bermain futsal bersama teman – temanku.
Kenapa Gaby? Ia memegangi perutnya. Ah jangan sampai lagi.
Aku harap tidak terlalu parah.

“Kondisinya makin parah, kita butuh lebih banyak lagi.” Ucap dokter.
“Memang yang tadi saya transfusi masih kurang, dok?” Tanyaku.
“Sudah cukup, tapi untuk berjaga – jaga kalau lukanya terbuka kembali.”
“Semoga tidak.”
“Ya, semoga. Tapi karena kejadian waktu itu cukup parah, lukanya bisa terbuka kapanpun jika ada benturan.”
“Hubungi saya dok, jika butuh lagi.”
“Itu urusan rumah sakit, sudah hampir separuh kamu ada di Gaby.”

Aku tertunduk. Dokter meninggalkanku. Aku kini hanya bisa menatap ruangan Gaby dirawat.

Hari ini Gaby terlihat sudah cukup sehat, semoga tidak terjadi apa – apa lagi pada dirinya.

“Masih sakit gak, Geb?” tanyaku.
“Lo peduli banget yah sama gue?”
“Gak boleh?”
“Ngapain sih lo sok care gitu sama gue? Kayak pernah ngasih sesuatu aja buat gue.”

Lagi – lagi Gaby meninggalkanku.

“Chi, Gaby mana? Gak masuk yah?” Tanyaku.
“Emang lo gak tau?”
“Enggak kenapa?”
“Dia masuk RS lagi.”

“Sekarang Gaby kenapa lagi, Dok?” Tanyaku.
“Ulu hatinya terkena infeksi akibat luka itu, ginjalnya juga kena.”
“Lalu harus apa dok?”
“Butuh donor ginjal pastinya.”

Dengan tatapan penuh harapan, aku menatap mata Dokter.

Aku yang terduduk sendiri dikelas, dihampiri Ochi.

“Udah woles belom?” Tanya Ochi.
“Yang penting dia woles dulu deh.”
“Tapi lo harus ngomong sama dia.”
“Bingung, Chi.”
“Lo harus ngomong sekarang, karena sebentar lagi lo gak akan punya waktu.”

Bu Guru masuk ke kelas, di belakangnya Gaby mengikuti membawa tas. Bu Guru memberikan pengumuman bahwa Gaby akan pindah sekolah ke luar kota. Gaby sempat mengucapkan terima kasih pada teman – teman sekelas.
Gaby keluar kelas sendiri. Ia membawa tas punggunya.

“Bu, saya izin ke toilet.” Aku langsung keluar kelas.

Aku mencari Gaby, semoga aku masih sempat mengejarnya. Gaby masih ada didepan gerbang sekolah.

“Gab..” Panggilku.
“Apa lagi?”
“Makasih.”
“Makasih kenapa?”
“Makasih, udah bisa kenal sama lo.”
“Udah?”
“Lo, udah gak kenapa – napa kan?”
“Hem... udah mendingan, kemarin dapet donor ginjal gatau dari siapa. Tapi gue makasih banget sama tuh orang.”

Mendengar itu, aku memegang perutku dengan tangan kiriku. Aku tersenyum.

“Lo kenapa megangin perut gitu? Laper?” Tanya Gaby.
“Iya, Gab.”
“Yaudah, gue udah dijemput. Maaf yah kalo pernah punya salah sama lo.”

Saat mengucapkan salam terakhir, ia sempat tersenyum manis sekali padaku. Dengan rambutnya yang panjang, senyumnya yang manis. Aku senang bisa melakukan semuanya untuk Gaby. Karena separuh aku, kini ada di Gaby.
 
 
https://www.facebook.com/about.jkt48?fref=ts
[Read More...]


 
English
Japanese
Korean
Arabic
Chinese Simplified

Buku Tamu
Return to top of page Copyright © 2012 Adhi Blog™