Info Menarik | Lagu Lagu | Games | Templates

Cari di Blog Ini

5 Kisah Penyamaran Presiden Dan Wapres Jadi Rakyat Biasa



Inilah 5 Kisah Penyamaran
Presiden Dan Wapres Jadi Rakyat Biasa - Selama 8 tahun menjadi kepala negara, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) jarang melakukan penyamaran (incognito). Setiap menggelar acara di tempat umum, Presiden SBY selalu dikawal oleh pasukan pengamanan presiden (Paspampres) dan
agenda sudah terjadwal sebelumnya. Minggu lalu, Presiden SBY bersama keluarga berlaku seperti rakyat biasa dengan wisata ke Monas.

Menyamar sebagai rakyat biasa sudah sering dilakukan oleh presiden, wakil presiden, begitu juga seorang raja Jawa. Bung Karno misalnya, sering ngobrol dengan rakyat tanpa
memperkenalkan siapa dirinya. Pak Harto pun tak segan tidur di rumah penduduk. Dari sana dia bisa mengetahui keadaan masyarakat dan apa saja yang dibutuhkan rakyat.
Berikut beberapa
penyamaran presiden dan wakil presiden:

1. BUNG KARNO

Seperti dikisahkan oleh Mangil Martowidjojo,
mantan Komandan
Detasemen Kawal Pribadi, dalam buku Kesaksian tentang Bung Karno 1945-1967, Sang Proklamator sering
menyamar sebagai rakyat biasa.

Saat di Yogyakarta, Bung Karno dan Ibu Fatmawati terkadang jalan-jalan keluar masuk desa. Dari Istana Gedung Agung mereka naik mobil lantas di desa atau sawah, mobil
diparkir di pinggir jalan dan ditunggu oleh sopir pribadi. Saat berjalan kaki masuk keluar kampung dan meninjau persawahan, Bung Karno dan Ibu
Fatmawati dikawal
seorang polisi pengawal.

Ketika sedang berjalan
kaki dan melihat ada
cacing merayap di tengah
jalan, BK memerintahkan
pengawalnya untuk
memasukkan cacing itu ke sawah. Ada anggota polisi
pengawal merasa jijik
memegang cacing, dengan
cepat BK memegang cacing
kepanasan itu dan
memasukkannya ke sawah.

Bung Karno juga sering
berbincang dengan rakyat
jelata, di kampung
maupun di tengah sawah.
Rakyat yang dia ajak
ngobrol kelihatan gembira.

Keluar dari istana secara
incognito sering dilakukan.
Suatu hari Bung Karno
berkata pada Mangil, “Yo,
Mangil. Bapak ingin keluar
sebentar. Bapak ingin melihat umpyeke wong
golek pangan di Jakarta
(Bapak ingin melihat
kesibukan orang mencari rejeki di Jakarta).”

Bung Karno bisa pergi ke
daerah Senen, jalan
mendekati gerbong kereta
api yang ditempati orang-
orang yang tidak punya
tempat tinggal. Dia bercakap-cakap dengan
para gelandangan itu. Ada
seorang perempuan yang berkata keras, “Lo, itu ‘kan suara Bapak! Itu Bapak, ya?” Karuan saja, sekitar tempat itu penuh dengan orang. Mangil langsung membawa Bung Karno pergi.

2. SRI SULTAN HAMENGKU BUWONO IX

Sultan Hamengku Buwono IX terkenal merakyat. Banyak kisah menarik yang terjadi antara Sultan dan masyarakat
Yogyakarta. Sultan bahkan membuat seorang wanita pedagang beras pingsan.

Hal ini pernah disaksikan langsung oleh SK Trimurti, istri dari Sayuti Melik,
pengetik naskah
proklamasi. Dalam buku 'Takhta Untuk Rakyat' wanita yang merupakan Menteri Tenaga Kerja Republik Indonesia itu menceritakan bagaimana dirinya mengalami langsung sikap ringan tangan Sultan.

Kejadiannya berlangsung
pada tahun 1946, ketika pemerintah Republik Indonesia pindah ke Jogjakarta. Saat itu, Trimurti dari Jalan Malioboro ke utara menuju ke rumahnya di Jalan Pakuningratan (Utara Tugu). Dia penasaran
dengan kerumunan yang ada. Setelah ditanyakan, ternyata ada wanita pedagang yang jatuh pingsan di depan pasar. Ternyata yang membuat warga berkerumun bukan karena wanita yang jatuh pingsan di pasar, melainkan penyebab wanita itu jatuh pingsan. Ceritanya berawal ketika wanita pedagang beras ini memberhentikan jip untuk menumpang ke pasar Kranggan.

Setelah sampai di Pasar Kranggan, sang pedagang wanita ini meminta sang sopir untuk menurunkan semua dagangannya.
Setelah selesai dan bersiap untuk membayar jasa,
dengan halus, sang sopir menolak pemberian itu. Dengan nada emosi, wanita pedagang ini mengatakan kepada sang sopir, apakah uang yang diberikannya kurang.
Tetapi tanpa berkata
apapun sang sopir berlalu menuju ke arah selatan.

Seusai kejadian itu,
seorang polisi datang
menghampiri dan
bertanya kepada
pedagang wanita itu.
"Apakah mbakyu tahu, siapa sopir tadi?" tanya polisi.

"Sopir ya sopir. Habis
perkara! Saya tidak perlu
tahu namanya. Memang sopir satu ini agak aneh." jawab sang wanita dengan nada emosi.

"Kalau mbakyu belum
tahu, akan saya kasih
tahu. Sopir tadi adalah Sri Sultan Hamengku Buwono IX, raja di Ngayogyakarta ini." jawab sang polisi.

wanita pedagang itu
pingsan setelah
mengetahui sopir yang dimarahinya karena menolak menerima uang imbalan dan membantunya menaikan dan menurunkan barang dagangan, adalah Sultan Hamengku Buwono IX.

Sultan yang gemar
menyetir sendiri ini
memang senang
memberikan tumpangan.
Berkali-kali orang yang
mau nunut alias numpang terkejut karena yang
ditumpanginya adalah
mobil Sultan Yogyakarta
sekaligus menteri negara. Sultan sendiri cuek-cuek saja. Dia malah senang bisa membantu masyarakat.

3. PAK HARTO

Presiden kedua RI
Soeharto sering
melakukan incognito atau penyamaran. Pak Harto blusukan keliling daerah terpencil untuk melihat hasil-hasil pembangunan.

Biasanya saat melakukan kunjungan tidak resmi tersebut, Soeharto hanya ditemani ajudan, satu atau dua pengawal dan dokter pribadi. Hal ini dikisahkan mantan ajudan Soeharto yang akhirnya menjadi Wapres Jenderal (Purn) Try Soetrisno.

"Pak Harto selalu
melakukan incognito. Pak Harto selalu berpesan tidak boleh ada satu pun yang tahu kalau Pak Harto mau melakukan incognito," ujar Try dalam buku Pak Harto, The Untold Stories.

Saat menyamar, Pak Harto selalu membawa makanan sendiri. Makanan itu dimasak oleh Ibu Tien
Soeharto. Menunya
sederhana sambal teri dan kering tempe. Soeharto selalu makan bersama ajudan dan pengawalnya.

4. SUSILO BAMBANG
YUDHOYONO

Minggu (21/10) lalu,
Presiden Susilo Bambang
Yudhoyono dan keluarga
menghabiskan akhir
pekan dengan berwisata di
Monas. SBY menyamar agar tak dikenali oleh
masyarakat. Dia mengajak
cucunya Almira
Tunggaldewi keliling
Monumen Nasional
(Monas).

"Jalan-jalan di Monas.
Incognito (menyamar) sama cucu beliau," kata Jubir Presiden Julian Aldrin Pasha, Senin (21/10).

SBY mengaku senang
mengunjungi Monas secara langsung. SBY sempat menyaksikan beberapa obyek wisata di sekitar Monas. Tapi SBY berharap pengelolaan Monas dibenahi. "Beliau berharap Monas dikelola lebih baik lagi. Kan Monas sudah baik jadi lebih baik lagi," kata Julian.

Dalam foto yang diterima
merdeka.com dari Biro
Pers dan Media Istana
Kepresienan, tampak
Presiden SBY, Ibu Ani
Yudhoyono, Aira, Agus Harimurti Yudhoyono
beserta istri dan anaknya,
Aira tampak berjalan kaki. Ibas dan istrinya juga tampak hadir. Semuanya menggunakan kacamata hitam biar tak dikenali warga.

5. JUSUF KALLA

Mantan Wakil Presiden
Jusuf Kalla (JK) pernah
membikin repot Pasukan
Pengaman Presiden
(Paspampres). Suatu hari di
akhir pekan, JK yang waktu itu masih menjadi
wakil presiden rupanya ingin jalan-jalan pagi di Taman Suropati.

Taman itu tidak jauh dari rumah dinas Wapres di Jalan Diponegoro Jakarta Pusat. Letaknya hanya beberapa meter. JK waktu itu ingin mengajak cucunya jalan-jalan pagi hari.

Untuk menghindari
Paspampres, JK tidak
lewat depan rumah. Tentu saja, depan rumah dinasnya ada penjagaan ketat dari Paspampres. JK memilih keluar lewat
pintu samping rumah
bersama cucunya.

JK akhirnya 'lolos' dari
pengawasan Paspampres.
Dia kemudian berjalan ke Taman Suropati. Di taman saat itu, sedang ramai ada acara pagi. Ya, sebuah stasiun televisi swasta sedang mengadakan acara hiburan di sana.

Sekilas tidak banyak mengenal JK. Beberapa orang berpapasan dengan JK juga tidak menegur. Penyamaran JK baru ketahuan saat sedang duduk dengan seorang bapak yang sedang membaca koran.

"Sedang baca koran Pak," tanya JK. Saat itu seorang bapak yang ditanya langsung menengok. Bapak itu kaget bukan kepalang, ternyata orang menyapanya adalah seorang wakil presiden.

Suasana di sana langsung heboh. Kamera televisi pun
langsung menyorot JK. Sementara masyarakat yang berada di Taman
Suropati langsung mengerumuni JK.

Suasana heboh ini langsung terdengar oleh Paspampres. Pasukan khusus ini langsung berlari menuju Taman Suropati untuk kembali mengawal JK. Karena demi keamanan, JK akhirnya kembali lagi ke rumah dinasnya.

Kaskus https://www.facebook.com/pages/Info-Unik-Cerita-Lucu-dan-Ilmu-Pengetahuan-Semua-Ada-Di-Sini/216029485148410


Ditulis Oleh : Adhi Fakhreza

Artikel 5 Kisah Penyamaran Presiden Dan Wapres Jadi Rakyat Biasa ini ditulis oleh Adhi Fakhreza pada hari Kamis, 14 Februari 2013. Terimakasih atas kunjungan Anda pada blog ini. Kritik dan saran tentang 5 Kisah Penyamaran Presiden Dan Wapres Jadi Rakyat Biasa dapat Anda sampaikan melalui kotak komentar dibawah ini.
Comments
0 Comments

Responses

0 Respones to "5 Kisah Penyamaran Presiden Dan Wapres Jadi Rakyat Biasa"

Posting Komentar

 
English
Japanese
Korean
Arabic
Chinese Simplified

Buku Tamu
Return to top of page Copyright © 2012 Adhi Blog™